Jakarta –

Papan markah Hollywood yang ada di wilayah Pegunungan Santa Monica, Taman Griffith, Los Angeles, Amerika Serikat (AS) berumur seabad. Dulu, itu papan iklan real estate.

Markah Hollywood itu menjadi jujugan pencari konten atau pun mereka yang ingin menandai perjalanan ke Hollywood. Katanya, belum ke Hollywood kalau tidak berfoto dengan latar papan HOLLYWOOD itu.

Dalam perayaan ke 100 tahun, pada Jumat (8/12/2023) papan ikon kultural tersebut diterangi lampu sorot nan terang benderang.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tanda itu sangat terkenal karena sering muncul di film-film dan serial televisi. Bukan hanya sering nongol di film-film, markah Hollywood bahkan dianggap mewakili makna industri film di AS.

“Tanda Hollywood adalah representasi sempurna dari Hollywood di tempatnya,” kata Michael Schulman, penulis Oscar Wars: A History of Hollywood in Gold, Sweat and Tears, seperti dikutip dari smithsonianmag.

“Seperti set film lama, ini adalah ilusi dunia hiburan: dua dimensi dan hanya terlihat rapi dari depan,” dia menambahkan.

Di sanalah muncul banyak studio film. Studio film pertama Hollywood dibuka di Sunset Boulevard pada 1911, dan selama beberapa tahun kemudian, lebih dari selusin perusahaan serupa bermunculan. Berkat lanskapnya yang bervariasi, iklim pembuatan film yang ideal wilayah ini memiliki daya tarik yang luar biasa bagi para pembuat film dan calon aktor.

Seiring dengan perkembangan industri film, dibangunlah real estate besar-besaran di kawasan itu. Hollywoodland namanya. Pengembang properti itulah yang membuat papan Hollywoodland pada 1923. Ya, awalnya markah itu adalah HOLLYWOODLAND.

Markah tersebut berdiri menghadap ke arah distrik Hollywood. Tulisan “HOLLYWOODLAND” dieja pada huruf kapital berwarna putih dengan tinggi 14 m dan lebar 110 m.

Selama dekade pertama, huruf tersebut diterangi oleh ribuan lampu, dengan HOLLY, WOOD, dan LAND yang menyala secara bergantian sebagai mercusuar. Sengaja dibangun mewah, bercahaya, dan amat mencolok.

Tanpa anggaran pemeliharaan khusus, markah tersebut mulai rusak. Menurut brosur yang diterbitkan oleh Hollywood Sign Trust, huruf “O” kedua runtuh saat terjadi badai angin pada bulan September 1936, dan dua huruf lagi menyusul selama dua setengah tahun berikutnya.

Pada 1944, tanda tersebut juga kehilangan bukaan “H” karena angin kencang. Mantan pengurus papan tersebut, Albert Kothe, disebut-sebut yang merusakkan papan itu setelah kehilangan kendali atas mobilnya karena mabuk dan menabraknya.

Pada Desember 1944, Perusahaan MH Sherman menyerahkan papan itu dan kawasan seluas 425 hektar di sekitarnya kepada Kota Los Angeles, yang secara resmi menerima tawaran tersebut pada Januari 1945.

Karena tidak dipelihara dengan baik, papan itu makin bobrok dan diusulkan untuk dihancurkan pada 1947. Tetapi, penduduk setempat memprotes dan ingin tetap mempertahankannya. Kamar Dagang Hollywood turun tangan dan menawarkan untuk memulihkannya. Pada akhir tahun 1949, tanda tersebut telah direnovasi dan akhiran LAND dihapus.

Tepat pada tahun 1949, akhirnya tulisan “HOLLYWOOD” berdiri kukuh dan menjadi ikon legendaris hingga saat ini.

Markah tersebut bukan hanya populer di kalangan wisatawan atau pun industri film, tetapi juga dari orang iseng. Tercatat, berkali-kali papan Hollywood itu menjadi target vandalisme. Tetapi, faktanya markah itu berdiri kukuh hingga saat ini, saat berumur 100 tahun.

Simak Video “Titik Terang Konflik Serikat Aktor dan Studio Hollywood”
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *