Gianyar –

Sesuai dengan namanya, Sari Timbul Glass Factory adalah salah satu pabrik kerajinan kaca tiup terbesar di Bali. Eh, kini mempunyai spot instagramable yang magis banget.

Sari Timbul Glass Factory memanfaatkan limbah kayu dan kaca menjadi sebuah karya. Mulai dari tempat ikan, vas bunga, hingga gelas. Tak hanya itu, Sari Timbul juga melayani pemesanan custom sesuai dengan keinginan dari pembeli.

I Gede Rediawan, owner dari Sari Timbul Glass Factory, tak bekerja sendiri. Usaha itu memiliki 50 karyawan yang dibagi menjadi lima bagian. Bagian pemilihan atau pemecahan kayu, bloblast, finishing glass, finishing kayu, dan pembungkusan.

Kualitas kaca tiup dan kayu dari Sari Timbul Glass Factory sudah tidak perlu diragukan lagi. Sari Timbul Glass Factory sudah mengembangkan usahanya dari Bali hingga luar Bali dan tembus ke luar Indonesia.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO RESUME CONTENT

Sudah berjalan kurang lebih selama 10 tahun, Sari Timbul Glass Factory mulai mengembangkan usahanya. Tak jauh dari galerinya, I Gede Rediawan mendirikan sebuah spot foto bak di negeri dongeng. Sari Timbul Glass Factory menjadi sebuah destinasi spot foto yang instagramable di Tegalalang, Bali.

“Awal sekali, pertama itu ada yang kesulitan membuang akar leci yang besar itu. Di sini kita bersifat menampung aja siapa tau berguna. Setelah saya simpan beberapa bulan ternyata ada orang Kalimantan yang beli dan minta dibuatkan medusa dari akar tersebut,” kata Gede.

Berawal pesanan medusa tersebut, I Gede Rediawan berjanji untuk membeli 20 akar pohon sekaligus. Ketika pandemi Covid-19 melanda, bukannya lesu, tetapi justru Gede memanfaatkan untuk membesarkan usaha. Dia mulai menggencarkan karyawannya untuk mencari akar pohon yang bisa disulap menjadi karya seni pahat yang memukau.

“Setelah itu, karena kebetulan saya senang dengan konsep alam dan kebetulan kita memiliki bahan, jadi semuanya kita tata. Bikin rumah pohon, barong, kolam ikan dengan batu alam dan embun, serta tanaman yang memperindah penataan kita,” kata dia.

Tak hanya menata, I Gede Rediawan juga memberikan makna atau filosofi pada setiap benda-benda yang ada di sana.

“Jadi tujuan kita menaruh barong di depan itu mencerminkan budaya Bali, disamping itu menurut filosofi Agama Hindu barong itu adalah penetralisir. Dengan harapan semoga para pengunjung diberikan kebahagiaan setelah aura negatifnya dinetralisir,” kata Gede.

Tak berhenti sampai karya barong, I Gede Rediawan kembali menambah karya lain yaitu kala rau yang sekarang menjadi spot foto utama di Sari Timbul Glass Factory. Kolam ikan dan embun memperindah spot foto di Sari Timbul Glass Factory.

Rumah pohon juga menjadi hasil penataan dari I Gede Rediawan dan timnya. Rumah pohon ini dilengkapi dengan pepohonan kecil dan bunga yang semakin memperindah tampilannya. Ketika menaiki tangga, traveler akan merasakan seperti masuk ke sebuah terowongan yang diapit oleh pepohonan dan bunga yang indah.

Siapa yang menduga, awal mula hanya iseng untuk menata hasil karyanya, namun sekarang menjadi spot foto favorit di Tegalalang, Bali.

“Kita juga tidak menduga, mungkin karena kehangatan kita sebagai tuan rumah mereka cukup terhibur dan kagum dengan karya kita di Sari Timbul Glass Factory,” kata Gede.

Jika traveler berkunjung ke sini, jangan lupa mampir ke galeri kaca tiup yang terletak di sebelah spot foto Sari Timbul Glass Factory. Disarankan untuk datang di pagi atau sore hari ya traveler!

Simak Video “Sensasi Foto Bersama Monyet di Hutan Pala Sangeh, Badung”
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *