Medan –

Penemuan Piramida di kawasan Danau Toba membuat geger warga. Tim peneliti turun tangan dan melakukan pengkajian.

Piramida berada di kawasan Danau Toba, tepatnya di Kecamatan Bakti Raja (Bakara), Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara (Sumut).

Situs menyerupai piramida di kawasan Danau Toba itu disebut-sebut menyerupai Gunung Padang di Cianjur, Jawa Barat. Adalah Profesor Riset dari Pusat Riset Kebencanaan Geologi di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Danny Hilman Natawidjaja yang menemukannya pada Maret 2023. Saat itu, dia tengah meneliti jalur gempa di lokasi tersebut.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menyebut strukturnya berupa batuan besar dengan tinggi mencapai 120 meter. Hipotesis awal menunjukkan bahwa struktur itu adalah piramida terkait dengan geomorfologi kawasan tersebut.

Menurut Danny, bentuk bangunan ini seperti piramida, dengan setengah badannya menempel ke bukit lapisan Tobatuff (batuan berpori sisa-sisa vulkanik) yang berumur 74 ribu tahun.

Danny juga menyebut ada kemiripan piramida itu dengan Situs Gunung Padang, proyek era Susilo Bambang Yudhoyono, yang diklaim berumur sekitar 10 ribu tahun. Dia juga menyebut tengah meneliti usianya piramida di Danau Toba itu.

Badan Geologi merespons laporan penemuan itu. Kini, dilakukan pengkajian.

“Penemuan di Kecamatan Bakti Raja (Bakara) khususnya terkait piramida perlu diperjelas dan diterangkan dengan cermat. Badan Geologi berkomitmen untuk terus mengkaji temuan ini dengan sumber daya dan penelitian yang memadai,” kata Plt Kepala Badan Geologi M Wafid dalam keterangannya kepada detikSumut Jumat (20/10/2023) dan dikutip Rabu (25/10).

Wafid mengatakan temuan piramida itu cukup menjanjikan. Namun, dia mengatakan, ada beberapa poin yang harus dijelaskan terkait penemuan itu.

“Penjelasan awal dari Pak Danny Hilman, penemu piramida tersebut, menjadi titik awal yang sangat penting. Namun, Badan Geologi menganggap penting untuk merinci beberapa poin dalam konteks ini,” kata dia.

Dia mengaku belum memiliki data yang spesifik terkait penemuan piramida itu. Namun, Wafid tengah mengkaji hal itu.

“Sebagai lembaga yang memiliki fokus pada geologi dan sejarah bumi, Badan Geologi telah mengkaji bahwa terdapat banyak keraguan tentang adanya peradaban pada periode 75 ribu tahun yang lalu, terutama pada saat terbentuknya Kaldera Toba. Bukti-bukti konklusif tentang peradaban pada periode ini sangat minim atau bahkan belum ditemukan sama sekali,” ujarnya.

“Dalam kerangka penjelasan yang lebih realistik, Badan Geologi mencatat dua kemungkinan yang layak dipertimbangkan. Pertama, struktur yang tampak seperti piramida mungkin adalah hasil dari triangular facet yang banyak terdapat di ‘rim’ Kaldera Toba. Kedua, triangular facet mungkin terbentuk setelah pembentukan Kaldera Toba dan kemudian digunakan oleh peradaban yang muncul setelah peristiwa tersebut, sekitar 75 ribu tahun yang lalu,” ujar Wafid.

Wafid mengatakan penemuan piramida di Danau Toba itu merupakan temuan yang menarik. Namun, Wafid kembali menegaskan bahwa temuan itu masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

“Penjelasan ini mencoba untuk mengklarifikasi bahwa sementara temuan piramida menarik. Bukti yang mendukung peradaban pada periode pembentukan Kaldera Toba masih memerlukan penelitian dan penyelidikan lebih lanjut. Badan Geologi berkomitmen untuk terus mengkaji temuan ini,” kata dia lagi.

Selain Piramida Danau Toba, berikut 10 berita terpopuler detikTravel:

Simak Video “Fakta Seputar Danau Toba yang Muncul di Google Doodle”
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/bnl)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *