Jakarta –

Pembuat cabai terpedas di dunia mengungkap fakta terbaru mengenai ciptaannya itu. Ia menyebut bahwa dengan mengonsumsinya akan membuat kita bahagia.

Dilansir BBC, dikutip Kamis (26/10/2023), Ed Currie makan, tidur dan menghirup paprika. Dia menyebutnya sebagai obsesi karena memulai pagi dengan mengonsumsi minyak cabai dalam seduhan di kopinya.

Setelah menguji rasa paprika dan saus pedas sepanjang hari untuk perusahaannya di Carolina Selatan, PuckerButt Pepper Company, dia akan menambahkan paprika atau saus pedas ke dalam makan malamnya.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai seorang penikmat lada, mencicipi kreasinya sendiri, Pepper X, yang dinobatkan sebagai cabai terpedas di dunia awal pekan ini oleh Guinness World Records, membuatnya “benar-benar membungkuk sambil mengerang kesakitan” selama tiga atau empat jam.

“Saat saya memakannya utuh, Anda langsung merasakan rasanya. Tapi rasa pedas itu langsung terasa dan panasnya, bagi saya, tak tertahankan,” kata dia.

Dia mengatakan itu seperti pengalaman keluar dari tubuh. “Itu semacam euforia. Karena aku mengalami demam endorfin,” katanya.

Seseorang memberinya milkshake untuk mengurangi rasa sakit tetapi itu hanya membuat pedasnya bertambah. Dan rasa panas terus meningkat selama hampir satu jam.

“Saya mulai mengalami kram dan, Anda tahu, tubuh Anda menganggap capsaicin sebagai racun,” terang dia.

Pencipta cabai terpedas di dunia (Foto: Ladbible)

Capsaicin adalah bahan kimia yang memberikan sensasi terbakar pada manusia.

“Kramnya menjadi tak tertahankan, setidaknya bagi pria. Seorang dokter menjelaskan kepada saya bahwa itu mirip dengan kram menstruasi,” terang dia.

Hebatnya, setelah beberapa jam pulih, dia pergi makan dan makan lebih banyak paprika. “Karena seperti yang istri saya katakan, saya hanya idiot,” ujar dia.

Guinness World Records menobatkan Pepper X sebagai cabai terpedas di dunia. Keberadaannya mengalahkan cabai Carolina Reaper setelah 10 tahun.

Sebagai perbandingan, satu cabai habanero biasanya mencapai 100.000 Scoville Heat Unit (SHU). Tetapi Pepper X mencapai 2,69 juta SHU.

Peternak dan petani Ed Currie menciptakan kedua cabai yang memecahkan rekor itu. Sebagai cabai eksklusif, polong dan biji Pepper X tidak akan dijual.

Simak Video “Diving Menikmati Keindahan Bawah Laut Pulau Kakara Maluku Utara”
[Gambas:Video 20detik]
(msl/wsw)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *