Bekasi –

Di tengah teriknya Bekasi, ada kampung kecil yang sangat Bali. Nuansanya berbeda dengan kampung di Bekasi pada umumnya.

Kampung ini kampung Bali. Dinamai seperti itu karena banyak warga dari Bali bermukim di sini.

Dulu, pada 1986, kawasan itu belum menjadi ‘Bali’ di Bekasi. Waktu itu, hanya tiga orang Bali yang bermukim di sana. Kini, nyaris tiga dekade, sudah ada 20 keluarga yang berasal ataupun keturunan dari Pulau Dewata tinggal di kawasan tersebut.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

detikTravel berkesempatan berkunjung ke Kampung Bali di Jalan Merpati Bali Nomor 49, RT 011/RW 009, Kelurahan Harapan Jaya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jawa Barat pada Sabtu (9/9/2023). Kami berkunjung pada 11.45 WIB. Kendati tiba pada siang hari, namun tempat ini tak sepanas wilayah Bekasi pada umumnya.

Teduhnya Kampung Bali ini adalah karena banyaknya tumbuhan yang ditanam oleh warga yang bermukim. Hampir setiap rumah di Kampung Bali, terlihat memiliki tanaman ataupun bunga di depan rumahnya.

Rumah di Kampung Bali Bekasi. (Weka Kanaka/detikcom)

Bahkan, beberapa rumah juga terlihat dipenuhi tanaman pada halaman sehingga menambah kesan asri dan adem saat dilihat.

Ternyata, itu dipengaruhi oleh prinsip hidup yang dijalani oleh masyarakat Bali. Kendati sudah tidak berada di daerah asal, tetapi banyak dari mereka tetap memegang teguh Tri Hita Karana.

“Jadi dalam konsep ajaran itu ada Tri Hita Karana, ketiga yang menyebabkan kita hidup bahagia. Jadi ada harmoni manusia dengan yang pencipta Tuhan, manusia dengan manusia, dan manusia dengan lingkungan. Nah ketiga itu, harmoni, serasi, selaras, itu yang berhubungan. Itu makanya disini kan ada banyak tanaman, paling tidak bunga-bunga untuk sembahyang,” ujar warga Kampung Bali yang berasal dari Bali, I Ketut Budiasa, saat ditemui detikTravel, Sabtu (9/9).

“Ya Karena kan di Bali itu hampir rata-rata (bersih), tetapi tetap sih ada orang Bali yang tidak perhatian, yang jorok itu biasa tergantung orangnya,” ia menambahkan.

Suasana Kampung Bali di Bekasi. (Weka Kanaka/detikcom)

Selain itu memasuki tempat ini, terlihat suasana kampung yang begitu bersih. Tak terlihat banyak sampah berserakan, baik sampah makanan atau dedaunan.

Kebiasaan bersih-bersih yang dipunya oleh masyarakat asal Bali disebut juga berpengaruh ke warga lain, kendati berasal dari daerah berbeda.

“Kalau orang Bali itu memang rapi, hidupnya bersih, dan kita yang dari luar Bali ini terbawa,” ujar ketua RT Kampung Bali, Puji Lestari.

“Karena setiap orang bangun tidur, yang dipegang sapu, halaman, jadi kita yang di luar itu melihatnya kan oh iya bersih, rapi, enak ternyata. Jadi kita terbawa,” Puji menambahkan.

Ibu-ibu di Kampung Bali Bekasi. (Weka Kanaka/detikcom)

Selain kebersihan, suasana di Kampung Bali layaknya di Pulau Dewata sesungguhnya. Karena nuansa guyub dan santai menyelimuti kampung wisata ini. Ketika kami berkunjung, terlihat ada dewasa dan anak-anak yang menerbangkan layangan. Ada pula ibu-ibu yang sedang menyiapkan rujak, serta ada pula ibu-ibu yang saling merias diri untuk persiapan berkunjung ke sebuah acara kebudayaan.

Kendati dinamai sebagai Kampung Bali, tetapi kampung ini juga ditinggali oleh etnis selain Bali. Mereka tinggal berdampingan dan membuat nuansa kampung ini adem baik secara nuansa dan kekerabatan.

Simak Video “Detik-detik Tawuran di Bekasi yang Tewaskan Satu Orang”
[Gambas:Video 20detik]
(wkn/fem)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *