Kepulauan Seribu –

Untuk melestarikan budaya setempat, acara Hajatan Tradisi Kebudayaan digelar di Kepulauan Seribu. Ajang tahunan ini mengangkat tradisi lokal setempat.

Tahun ini, acara Hajatan Tradisi Kebudayaan dilaksanakan di Pulau Tidung dengan mengangkat sejarah Raja Pandita. Acara telah dilaksanakan selama dua hari, dari Sabtu 28 Oktober 2023 sampai dengan Minggu 29 Oktober 2023.

Acara tersebut diramaikan oleh kurang lebih 600-an peserta dari 6 (enam) kelurahan di Kepulauan Seribu, dengan ciri khas seni budaya pulau masing masing dan juga penampilan-penampilan hasil karya kreativitas masyarakat maupun komunitas di Kepulauan Seribu.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hajatan Tradisi Budaya merupakan puncak perayaan dari rangkaian kegiatan Pelatihan, Pembinaan dan Perlindungan kebudayaan di Kabupaten Kepulauan Seribu yang diselenggarakan Suku Dinas Kebudayaan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu.

“Sesuai amanah Peraturan Daerah tentang Pelestarian Kebudayaan, agar masyarakat tetap semangat menjaga, melestarikan dan sekaligus merayakan nilai-nilai luhur kearifan lokal. Kita tidak boleh lupa sejarah kita,” ujar Tonny Bako, Kepala Suku Dinas Kebudayaan Kepulauan Seribu dalam keterangannya, Selasa (31/10/2023).

Hajatan Tradisi Budaya 2023 di Kepulauan Seribu Foto: (dok. Istimewa)

Acara yang digelar di Lapangan Alun-Alun Pulau Tidung ini menampilkan Drama Kolosal Tanah Tidung dari Masa ke Masa. Cerita epik ini menggambarkan perkembangan dan warisan budaya pulau ini.

Ada juga penampilan grup tari dan grup musik tradisi. Para seniman lokal akan mempesona Anda dengan penampilan tari dan musik yang menggambarkan kekayaan budaya Kepulauan Seribu. Mereka akan membawa Anda ke dalam nuansa tradisional yang memukau.

Hajatan Tradisi Budaya 2023 di Kepulauan Seribu Foto: (dok. Istimewa)

Ada pula pertunjukan tari massal, dimana seluruh peserta didik SMP dan SMA berpartisipasi dalam sebuah tarian yang menggambarkan persatuan masyarakat Kepulauan Seribu. Selain itu, ada pula acara peluncuran buku sejarah Raja Pandita.

“Sebagai laporan kami kepada Pak Bupati dan warga Kepulauan Seribu, dalam kegiatan ini Suku Dinas Kebudayaan Administrasi Kepulauan Seribu juga meluncurkan buku Sejarah Lokal di Kepulauan Seribu (Khususnya mengenai Raja Pandita sebagai raja yang diasingkan dan akhirnya wafat di Pulau Tidung). Sesuai rencana, buku ini akan dibagikan kepada masyarakat melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi DKI Jakarta, Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, setiap sekolah di Kepulauan Seribu dan di perpustakaan Ruang Publk Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di setiap kelurahan di Kepulauan Seribu, serta kepada masyarakat yang membutuhkan,” pungkas Tonny.

Simak Video “Vacation Seru, Habiskan Waktu di Pulau Tidung, Jakarta”
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/wsw)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *