Jakarta –

Seorang pegolf disabilitas profesional hendak melakukan perjalanan untuk bertanding di kejuaraan dunia. Sayang, maskapai yang dipilih membuatnya gagal terbang.

Dilansir dari Metro UK pada Jumat (8/9), Ian St John adalah pegolf disabilitas profesional. Ia telah lumpuh selama tujuh tahun karena kanker tulang belakang yang di deritanya.

St John seharusnya melakukan penerbangan dari Cork, Irlandia menuju Liverpool, Inggris pada 2 September. Ia memilih terbang dengan Ryanair.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO RESUME CONTENT

Bagai jatuh tertimpa tangga, St John mendapat diskriminasi yang membuatnya gagal untuk terbang. Padahal, ia seharusnya bertanding di acara golf EDGA di Formby Hall.

Semua bermula ketika St John memesan penerbangan. Pria berusia 45 tahun itu mengirimkan dimensi kursi rodanya pada pihak maskapai, namun tak mendapatkan balasan.

St John mengatakan bahwa ia datang ke bandara 5 jam lebih awal untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan karena ia menggunakan kursi roda. Instingnya benar, ada sesuatu yang tidak beres.

Ketika ia tiba di gerbang keberangkatan, staf bandara mengatakan bahwa kursi rodanya terlalu besar. Ia hanya punya dua pilihan, terbang tanpa kursi roda atau tidak sama sekali.

“Jantungku berdebar kencang, aku merasa mual ketika menyadari aku terdampar,” jawabnya.

“Saya menangis di tengah bandara.”

St John mengatakan bahwa ia terdampar dari pukul 3 sore sampai 11 malam. Ia terus menunggu tanpa ada kepastian.

“Saya belum pernah menyaksikan diskriminasi seperti ini,” katanya.

Karena hal ini, St John terpaksa mundur dari pertandingan yang dinantikannya. Ia juga kehilangan poin peringkat dunia.

“Saya sangat menantikan pertandingan itu, Ryanair gagal. Pada tahun 2023 menghadapi diskriminasi seperti ini sungguh luar biasa,” pungkasnya.

Sementara itu, Ryanair mengaku telah mengirimkan email balasan pada St John.

“Penumpang yang melakukan perjalanan dari Cork ke Liverpool Sabtu, (2 September) memilih untuk tidak terbang setelah diberitahu oleh staf darat di Bandara Cork bahwa peralatan mobilitas mereka melebihi dimensi maksimum yang diizinkan untuk diangkut di dalam pesawat Ryanair,” katanya.

“Kami menyesalkan perlengkapan mobilitas penumpang ini melebihi dimensi maksimum yang diizinkan dan akibatnya kami tidak dapat membawa perlengkapan mereka.”

Simak Video “Polri Tegaskan Beli Pesawat Boeing Hampir Rp 1 T Bukan Mewah-mewahan”
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/bnl)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *