Antibes –

Pegiat hak asasi hewan menyerukan protes setelah seekor paus orca mati di usia remaja. Masalahnya paus itu ada di salah satu tempat hiburan.

Moana si paus orca mati pada Jumat (17/10/2023) pada usia 12 tahun. Hewan laut itu disebut hidup jauh lebih pendek dibanding kawanannya di alam liar yang bisa mencapai umur 50 tahun.

Melansir Daily Star, Selasa (24/10), hewan itu mati di Marineland, Antibes, Prancis, taman hiburan yang dipromosikan di situs web Jet2holidays.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

People for the Ethical Treatment of Animals (PETA) bekerja sama dengan lebih dari setengah lusin ilmuwan, ahli konservasi, dan organisasi spesialis untuk menulis surat desakan kepada CEO perusahaan tersebut, Steve Heapy. Mereka menginginkan perusahaan Jet2holidays mengambil sikap terhadap penderitaan hewan dan berhenti menjual tiket ke tempat wisata seperti Marineland.

“Tidak mungkin sebuah taman hiburan memberikan kehidupan yang sebanding dengan kehidupan mamalia laut yang hidup di alam,” tulis surat tersebut.

“Paus dan lumba-lumba yang dikurung dalam tangki beton sempit untuk hiburan turis menderita setiap hari dan tidak diberi kesempatan untuk melakukan perilaku alami seperti menyelam dalam-dalam, berenang jauh, atau memilih pasangan,” tambahnya.

Surat tersebut juga menjelaskan bahwa perusahaan perjalanan lain seperti Expedia dan British Airways Holidays telah memutuskan hubungan dengan taman bermain laut. Surat tersebut kemudian mendesak perusahaan untuk membatalkan semua promosi taman laut dan segera mengakhiri penjualan tiket.

Organisasi lain yang ikut menandatangani surat tersebut antara lain World Animal Protection, Born Free Foundation, World Cetacean Alliance, Humane Society International/UK, Whale and Dolphin Conservation, dan Marine Connection.

Berita ini mencuat setelah seorang mantan pelatih SeaWorld bekerja sama dengan organisasi tersebut untuk berbagi pengalamannya dan mendesak Heapy mempertimbangkan penghapusan taman-taman tersebut dari pembukuan perusahaannya.

John Hargrove, yang bekerja dengan 20 paus orca selama satu dekade dalam karirnya, mengatakan bahwa ia menyadari bahwa pertunjukan itu kejam. Pertunjukan itu juga dapat menyebabkan beberapa dampak yang sangat buruk bagi manusia dan hewan.

Ia mengatakan kepada Heapy bahwa pertunjukan tersebut mengubah makhluk hidup menjadi ‘badut sirkus yang tidak diinginkan’ dan seharusnya tidak didukung.

“Saya ingin berbagi pengalaman langsung saya sebagai mantan pelatih orca senior di taman laut dengan harapan Anda akan menyimpulkan, seperti yang saya lakukan, bahwa fasilitas-fasilitas ini menyebabkan orca mengalami penderitaan dan tidak layak untuk Anda dukung,” tulis Hargrove.

Pakar hewan yang menjadi penulis ini menjelaskan bahwa kondisi sempit yang dialami paus orca dapat menyebabkan masalah kesehatan fisik dan mental, mulai dari bisul dan infeksi hingga kecenderungan agresif. Dalam beberapa kasus, hal ini dapat menyebabkan kematian pada manusia.

Simak Video “Kematian Kiska ‘Paus Orca Paling Kesepian di Dunia’ Picu Seruan Perubahan”
[Gambas:Video 20detik]
(wkn/fem)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *