Jakarta, CNN Indonesia —

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir percaya diri usul penyertaan modal negara (PMN) 2024 dengan total Rp40,96 triliun kepada sederet perusahaan pelat merah bakal disetujui DPR.

Berdasarkan hasil diskusi dengan Banggar DPR RI, PMN definitif akan diberikan kepada 3 BUMN senilai Rp28,16 triliun. Rinciannya, Rp18,6 triliun untuk PT Hutama Karya (Persero), Rp3,56 triliun bagi IFG Life yang mengurus penyelesaian kasus Jiwasraya, dan Rp6 triliun untuk PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.

“Memang dari diskusi kemarin ada alokasi dimasukkan di cadangan investasi, keputusan mereka Rp12,8 triliun. Namun, detail tergantung cadangan investasi,” kata Erick dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta Pusat, Kamis (13/9).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia merinci suntikan duit negara dari alokasi cadangan investasi itu rencananya diberikan kepada PT Kereta Api Indonesia (Persero) Rp2 triliun, PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) Rp1 triliun, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) Rp3 triliun, PT Industri Kereta Api (Persero) Rp1 triliun, dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) atau ID Food Rp832 miliar. Selain itu, ada revisi PMN untuk PT PLN (Persero) dari Rp10 triliun menjadi Rp5,86 triliun.

“Ini memang sementara hasil diskusi terakhir, mudah-mudahan, sepertinya ini akan disetujui. Tapi, mekanismenya seperti ini yang ditawarkan,” tutup Erick.

Selepas penuturan Erick, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Aria Bima yang memimpin rapat mengatakan parlemen menerima penjelasan tersebut. Ia pun merinci angka-angka suntikan duit negara dalam pembacaan kesimpulan, di mana nominalnya serupa dengan yang dibacakan Erick.

“Selanjutnya Komisi VI DPR RI akan melakukan pendalaman dengan masing-masing BUMN yang akan menerima alokasi PMN yang berasal dari cadangan investasi 2024 tersebut. Kita setujui dulu (kesimpulan rapat),” kata Aria sambil mengetuk palu tanda kesepakatan kesimpulan raker hari ini.

Usai raker, Erick menjelaskan mengapa nominal rencana suntikan duit negara kepada PLN turun. Ia menegaskan PMN bukan soal tolak-menolak atau tidak disetujui.

Menurutnya, memang perlu dicari berapa angka proporsional suntikan duit negara ke perusahaan pelat merah.

“Kan ini bukan tolak-menolak, cuma bicara secara proporsional angkanya ada yang turun, ada yang naik. Tapi kita lihat konteksnya, PMN cadangan investasi kalau perusahaannya konsisten sama, cuma angkanya naik turun sesuai itu,” jelasnya seusai rapat.

[Gambas:Video CNN]

(skt/sfr)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *