Jakarta, CNN Indonesia —

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan menerjunkan satu unit helikopter water bombing untuk membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Lawu yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“BNPB akan menggeser satu unit helikopter water bombing untuk mendukung operasi Karhutla di sana,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Senin (2/10) pagi.

Muhari mengatakan berdasarkan laporan yang diterima pihaknya, luas lahan dan hutan yang terbakar di gunung itu sudah mencapai 200 hektare.

Kondisi tersebut diperparah dengan vegetasi yang kering sehingga membuat api cepat menjalar di kawasan gunung yang dikenal memiliki tiga titik puncak itu.

Menurutnya, perlu langkah cepat agar eskalasi kebakaran tidak terus meluas. BNPB akan membatasi jalur penjalaran api dengan water bombing.

“Kalau penjalaran sudah kita kendalikan, kita akan memadamkan di dalamnya,” kata dia.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan penggunaan water bombing ini juga pernah dilakukan untuk memadamkan kebakaran di sejumlah gunung dan tempat pembuangan sampah yang banyak terjadi akhir-akhir ini.

Sebelumnya, BNPB menerjunkan 130 petugas pemadam gabungan untuk menangani peristiwa kebakaran yang dilaporkan meluas di Gunung Lawu.

“Kali ini titik api muncul di Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Manyul dan Campur Rejo, Kecamatan Jogorogo, kawasan Gunung Gede area Gunung Lawu sisi utara Ngawi,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Prila Yuda Putra.

Akibat peristiwa kebakaran yang meluas ini, Bupati Kabupaten Ngawi menetapkan status tanggap darurat kejadian bencana kebakaran hutan dan lahan di Gunung Lawu selama 14 hari, atau hingga 13 Oktober 2023.

Enam helikopter dimaksimalkan padamkan karhutla di Kalteng

Selain itu, Badan Penanganan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Kalimantan Tengah (Kalteng) menyatakan sebanyak enam helikopter dioptimalkan menangan karhutla di provinsi itu.

Kepala Pelaksana BPBPK Kalteng Ahmad Toyib di Palangka Raya, Senin, menjelaskan, terhitung sejak 1 Oktober 2023 pemerintah provinsi (pemprov) mendapatkan satu tambahan helikopter water bombing jenis super puma dengan kapasitas angkut air 4.000-5.000 liter dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Dengan adanya penambahan satu unit helikopter tersebut, maka saat ini helikopter yang beroperasi di wilayah Kalteng sebanyak enam unit yakni satu unit khusus patroli dan lima unit water bombing,” jelasnya.

Adapun penempatan helikopter ini terbagi di wilayah Kota Palangka Raya dan Sampit. Dukungan pemadaman karhutla melalui udara, kata dia, untuk mengoptimalkan penanganan di lapangan, termasuk ke berbagai titik atau lokasi yang sulit dijangkau melalui darat.

Berdasarkan rekap data Posko Penanganan Darurat Bencana Karhutla Kalteng, hingga 1 Oktober 2023 jumlah total kegiatan water bombing atau guguran bom air yang telah dilakukan mencapai hingga 8.279 kali, dengan jumlah air mencapai 28.654.300 liter.

Sementara itu untuk titik panas atau hotspot di Kalteng, kata dia, terhitung sejak 1 Januari hingga 1 Oktober 2023 sudah mencapai 34.320 titik panas yang tersebar di 13 kabupaten dan satu kota. Sedangkan luas lahan terbakar total mencapai 8.991,47 hektare.

Berdasarkan hasil rapat melalui konferensi video bersama BNPB, kata Toyib, disampaikan untuk wilayah Kalteng berpotensi tumbuh awan hujan mulai 3 sampai 8 Oktober 2023.

“Oleh karenanya dari BNPB dalam waktu dekat akan melaksanakan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di Kalimantan Tengah,” ujarnya.

(Antara/kid)

[Gambas:Video CNN]

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *