Jakarta –

Maskapai Malaysia MYAirline bangkrut dan menangguhkan penerbangan secara mendadak pada Kamis (12/10/2023). Umurnya tidak sampai setahun.

Karena masalah itu, MYAirline membatalkan 40 penerbangan. Akibatnya, lebih dari 5.000 penumpangnya terlantar.

Maskapai, yang didirikan pada 2021 dan mulai beroperasi pada Desember 2022 itu mengumumkan penghentian operasional melalui Facebook empat hari lalu.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“MYAirline memutuskan untuk menghentikan operasi tepat hari ini, 12 Oktober 2023 sampai waktu tak ditentukan akibat tekanan finansial yang memaksa kami untuk menghentikan operasi,” ujar MYAirline di akun Facebook.

Dalam pernyataan kepada media, MYAiline mengatakan gagal melakukan kesepakatan kemitraan strategis. Media lokal melaporkan bahwa penangguhan tersebut mengisyaratkan perundingan mungkin akan gagal.

“Kami telah bekerja tanpa kenal lelah untuk menjajaki berbagai opsi kemitraan dan peningkatan modal untuk mencegah penangguhan ini. Sayangnya, keterbatasan waktu membuat kami tidak punya pilihan lain selain mengambil keputusan ini,” kata dewan direksi MYAirline seperti dikutip dari AP News, Senin (16/10/2023).

Pendiri maskapai itu adalah Rayner Teo, yang kemudian menjabat sebagai CEO-nya, dan Goh Hwan Hwa. Dikutip dari FlightGlobal, Rayner mempunyai riwayat bekerja di industri penerbangan, dari asisten reservasi hingga menjadi penasihat. Rayner, yang memiliki 2 persen saham di maskapai tersebut, mengundurkan diri karena alasan kesehatan.

MYAirline mengoperasikan penerbangan ke delapan tujuan domestik dan ibu kota Thailand, Bangkok.

Keputusan maskapai berbujet rendah itu mengejutkan pemerintah dan traveler.

Menteri Transportasi Malaysia Anthony Loke mengecam penutupan yang dilakukan secara terburu-buru tersebut. Ia mengatakan tindakan MYAirline tidak dapat diterima dan mencoreng nama baik Malaysia.

Loke menyebut MYAirline telah menjual 125 ribu tiket senilai sekitar 20 juta ringgit untuk penerbangan yang dijadwalkan hingga Maret 2024.

“Mereka tidak memberi tahu kami. Mereka berhenti beroperasi begitu saja tanpa adanya staf maskapai penerbangan di bandara. Bagaimana kamu bisa menghilang begitu saja? Ini sangat tidak bertanggung jawab,” tutur Loke.

Dia menyebut pemerintah akan memastikan para pemegang tiket MYAirline mendapatkan pengembalian dana. Loke mengingatkan maskapai tersebut seharusnya mencari bantuan pemerintah dan tidak langsung menghentikan operasi dengan tiba-tiba.

Loke menyebut Komisi Penerbangan Malaysia tengah mempertimbangkan akan mencabut izin udara MYAirline atau tidak, yang akan habis masa berlakunya bulan depan.

Simak Video “Mencoba Terlibat Dalam Tarian Adat Suku Dayak, Kutai Kartanegara”
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *