Jakarta, CNN Indonesia —

Citra satelit memperlihatkan peningkatan aktivitas di lokasi uji coba nuklir milik Rusia, China, dan Amerika Serikat. Peningkatan aktivitas ini terjadi di tengah ketegangan di antara ketiga negara dalam satu dekade terakhir.

Gambar-gambar tersebut diperoleh dari studi nonproliferasi militer. Gambar memperlihatkan perluasan area uji coba nuklir.

Salah satunya dioperasikan oleh China di wilayah paling barat Xinjiang, Rusia di kepulauan Samudra Atktik, dan AS di gurun Nevada.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Citra satelit juga memperlihatkan terowongan baru di bawah pegunungan, jalan baru dan fasilitas penyimpanan, serta peningkatan lalu lintas kendaraan yang masuk dan keluar dari lokasi tersebut.

“Ada banyak petunjuk yang kami lihat, yang menunjukkan bahwa Rusia, China, dan AS mungkin akan melanjutkan uji coba nuklir,” ujar Jeffrey Lewis, profedor dari James Martin Center for Nonproliferation di Middlebury Institute of International Studies, melansir CNN.

Hal tersebut, lanjut Lewis, tak pernah dilakukan oleh ketiga negara sejak uji coba nuklir bawah tanah dilarang dalam perjanjian tahun 1996 lalu. China dan AS menandatangani perjanjian tersebut, namun belum meratifikasinya. Sementara Rusia telah meratifikasi perjanjian.

Hanya saja, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan pada Februari lalu bahwa pihaknya akan memerintahkan uji coba jika AS mengambil tindakan pemicu.

Citra satelit juga menunjukkan terjadinya konstruksi besar-besaran di lokasi uji coba Novaya Zemlya milik Rusia dari tahun 2021-2023.

“Lokasi uji coba Rusia sekarang dibuka sepanjang tahun. Kami melihat mereka membersihkan salju dari jalanan, kami melihat mereka membangun fasilitas baru,” ujar Lewis.

Peningkatan aktivitas juga terlihat di lokasi uji coba nuklir China di Lop Nur yang jarang penduduk. Terowongan bawah tanah kelima yang baru telah digali dalam beberapa tahun terakhir.

Perbandingan gambar yang diambil pada tahun 2022 dan 2023 menunjukkan tumpukan limbah yang terus meningkat. Hal ini meningkatkan kepercayaan bahwa terowongan tengah diperluas.

“[Lokasi uji nuklir China] terlihat sangat sibuk. Hal ini mudah terlihat pada citra satelit,” tambah Lewis.

Sementara itu, lokasi uji coba nuklir di Nevada, AS, memperlihatkan bahwa fasilitas bawah tanah diperluas secara signifikan sepanjang tahun 2018-2023.

Menurut Lewis, perluasan fasilitas di Nevada dapat memicu ketakutan Rusia dan China. Pasalnya, meski dapat dilihat dari citra satelit, namun aktivitas pasti yang terjadi di dalamnya tak dapat diketahui pasti.

“Persepsi itu bisa berbahaya, terutama di era yang penuh dengan ketakutan dan kurangnya kepercayaan dari semua pihak,” ujar Lewis.

(asr/asr)

[Gambas:Video CNN]

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *