Surabaya –

Jawa Timur masih kental dengan budaya dan tradisi ziarah ke situs-situs yang dianggap keramat. Berikut 4 situs yang dianggap paling keramat di Jawa Timur:

Indonesia merupakan negara multikultural yang mempunyai keragaman budaya. Salah satu budaya yang masih melekat dalam kehidupan masyarakat adalah mempercayai sesuatu yang bersifat gaib.

Masyarakat mempercayai adanya kekuatan gaib yang diyakini berasal dari roh nenek moyang atau roh yang mendiami suatu tempat atau benda. Mereka yang mempercayainya, sering berziarah mengunjungi situs-situs keramat dengan maksud dan tujuan tertentu.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di Jawa Timur, ada beberapa situs yang dikenal keramat. Berikut 4 di antaranya:

1. Sumur Windu

Sumur Windu terletak di wilayah Gadel, Kecamatan Tandes, Surabaya Barat. Gadel cukup dikenal sebagai wilayah yang masih menganut sistem kepercayaan terhadap sesuatu yang berbau mistis atau percaya dengan takhayul.

Dalam jurnal Konstruksi Sosial Masyarakat Kota Terhadap Situs Keramat “Sumur Windu” Gadel, Kelurahan Karangpoh, Kecamatan Tandes, Surabaya karya Agung Bayu Guritno, sumur ini terletak di bantaran sungai kecil di Gadel.

Masyarakat setempat mempercayai sumur tersebut sebagai situs keramat, bahkan mereka membangun tembok bata di sekitarnya. Menurut penuturan warga setempat, Sumur Windu merupakan area bekas tapak kaki kuda yang terjebak saat menyeberangi sebuah sungai.

Sebelum tahun 2000-an, sumur ini menjadi tempat yang dimanfaatkan sebagai sumber air bersih oleh warga Gadel dan sekitarnya. Beberapa orang menganggap sumur ini sebagai situs keramat. Hal ini terlihat dengan adanya punden yang digunakan untuk ritual pemujaan roh-roh leluhur.

Dan, di tengah punden tersebut, terdapat pohon trembesi yang dulunya digunakan seorang penunggang kuda bernama Windu sebagai tempat untuk mengikat kuda, hingga akhirnya pohon itu dibalut menggunakan kain kafan oleh warga sekitar.

Setiap tanggal 1 Suro atau antara bulan 9 atau 10, masyarakat Gadel selalu melakukan kegiatan sedekah bumi sebagai bentuk rasa syukur kepada Sang Pencipta dengan membawa beberapa tumpengan dan arak-arakan buah yang nantinya dimakan bersama-sama.

Mereka juga sering melakukan ritual sakral seperti pada malam Jumat Legi dengan membakar kemenyan di bawah pohon trembesi. Hal itu dilakukan atas dasar keinginan tertentu ataupun membersihkan desa dari bencana.

2. Pesarean Mbah Jugo dan R.M Imam Soedjono

Selain memiliki pesona keindahan alam, Gunung Kawi seringkali dijadikan sebagai objek wisata budaya spiritual. Gunung Kawi terletak di Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang. Kawasan ini juga dikenal sebagai destinasi wisata ziarah.

Terdapat makam Mbah Djoego dan R.M. Imam Soedjono di Gunung Kawi. Kedua tokoh ini merupakan sosok yang dihormati masyarakat karena kebijaksanaannya, kemampuannya di bidang ilmu agama, kekuatan ilmu yang dimilikinya, dan kepribadiannya yang suka menolong.

Dalam buku Budaya Spiritual dalam Situs Keramat di Gunung Kawi Jawa Timur karya Depdikbud, Pesarean Mbah Jugo dan R.M Mas Iman Soedjono merupakan situs keramat yang digunakan sebagai tempat ziarah.

Selain makam kedua tokoh tersebut, terdapat pohon dewandaru yang dipercaya sebagai lambang keberhasilan. Seseorang yang kejatuhan buah dari pohon tersebut akan mendapatkan rezeki.

3. Sumur Njero

Sumur Njero merupakan daerah petilasan yang terletak di Dusun Ngerjoso, Desa Sukoharjo, Kabupaten Pacitan. Petilasan Sumur Njero terkenal sebagai sumur keramat.

Sumur ini mempunyai empat batu umpak yang bertuliskan aksara Jawa. Masyarakat setempat kerap menjadikan petilasan ini sebagai tempat pengadaan upacara adat pengambilan tirtowening atau dalam bahasa Indonesia bermakna ‘air bersih’.

4. Candi Kedaton

Candi Kedaton terletak di Dusun Kedaton, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Dikutip dari situs Kebudayaan Kemendikbud, Candi Kedaton dikenal dengan nama Sumur Upas. Kata upas dimaknai sebagai ‘gas’ atau ‘racun’.

Candi Kedaton di Probolinggo Foto: M Rofiq

Menurut cerita yang beredar di masyarakat setempat, pada zaman dahulu Sumur Upas merupakan jalan rahasia yang digunakan para petinggi kerajaan sebagai tempat persembunyian dari musuh.

Untuk menghalangi agar tidak semua orang berani atau dapat memasukinya, maka jalan rahasia ini diberi nama Sumur Upas atau ‘sumur beracun’. Kini Candi Kedaton dipercaya sebagai situs keramat.

——

Artikel ini telah naik di detikJatim.

Simak Video “Sempat Diimingi Bonus, Siskaeee: Ujungnya Cuma Dikasih Gopek”
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/wsw)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *