Jakarta –

Dua destinasi di Gunung Kawi ini sangat erat kaitannya dengan praktik pesugihan. Traveler yang mengharapkannya akan mengunjungi tempat ini.

Di balik keindahan, Gunung Kawi menyimpan berbagai misteri yang ramai diperbincangkan masyarakat. Selain menjadi tempat untuk mencari pesugihan, ada dua tempat yang disakralkan oleh masyarakat.

Sampai hari ini, dua tempat tersebut banyak dikunjungi oleh peziarah maupun wisatawan. Berikut dua tempat sakral di Gunung Kawi yang dikaitkan pesugihan:


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pesarean Gunung Kawi (Foto: Muhammad Aminudin/detikJatim)1. Pesarean Gunung Kawi

Pesarean Gunung Kawi merupakan tempat di mana Raden Mas Soeryo Koesoemo atau Kiai Zakaria II dan Raden Mas Iman Soedjono bersemayam.

Kiai Zakaria II yang kemudian dikenal dengan sebutan Eyang Jugo, merupakan kerabat dari Keraton Kertosuro yang menjadi pengawal perjuangan Pangeran Diponegoro melawan penjajahan Belanda.

Setiap tahun, para keturunan dan pengikutnya melakukan ziarah ke makam. Selain pada hari-hari tertentu, seperti saat malam Kamis Kliwon atau Jumat Legi, malam 1 Suro (Muharram), selalu diadakan perayaan tahlil akbar dan upacara ritual lainnya. Upacara ini biasanya dipimpin oleh juru kunci makam yang masih merupakan para keturunan Eyang Sujo.

Selain makam yang disakralkan, dalam kompleks pesarean juga tumbuh pohon Dewandaru yang dipercaya dan mitos yang berkembang merupakan pohon keberuntungan. Pohon itu tumbuh tepat di depan pesarean Eyang Jugo.

Pohon ini yang sering dikeramatkan oleh orang-orang. Konon katanya, jika bertapa di bawah pohon itu hingga kejatuhan buah, daun, atau benda lain kemudian dibawa pulang, maka akan mendapatkan keistimewaan tertentu termasuk bisa kaya.

Pohon Dewandaru berdiri di sisi timur Keraton Gunung Kawi (Foto: Muhammad Aminudin/detikJatim)2. Keraton Gunung Kawi

Letak Keraton Gunung Kawi ini berada di ketinggian 2.860 MDPL, tepatnya di wilayah Dusun Gendoga, Desa Balesari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang. Jika keraton biasanya identik dengan bangunan megah, tetapi Keraton Gunung Kawi mempunyai bangunan fisik yang jauh dari kemegahan.

Jika seseorang pertama kali memasuki area ini, pasti merasa merinding. Pasalnya, suasana keraton sangat hening nan keramat, akan membuat siapa pun yang memandangi setiap ornamen di sekitarnya bergidik.

Seperti halnya pesarean, di Keraton Gunung Kawi juga menunjukkan adanya keberagaman budaya dan keyakinan dari lima agama, dengan berdirinya masjid, gereja, pura, dan klenteng.

Makam Eyang Tunggul Manik dan Eyang Tunggul Wati berada di sisi utara dari keraton atau tepat di ujung bawah anak tangga untuk menuju tempat pertapaan.

Jono, salah satu penjaga makam mengatakan, kompleks keraton berada di lahan milik Perhutani. Pengelolaan dilakukan bersama masyarakat desa setempat. Pada hari-hari tertentu seperti malam Kamis Kliwon dan malam 1 Suro (Muharam) keraton selalu dipenuhi oleh banyak peziarah.

Baca artikel selengkapnya di detikJatim

Simak Video “WNA Rusia yang Foto Bugil di Pohon Sakral Dideportasi dari Bali”
[Gambas:Video 20detik]
(mua/msl)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *